Selasa, 19 Januari 2010

manfaat & keutamaan menuntut ilmu

Ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan seseorang untuk mewujudkan keinginan dan cita-cita serta meraih kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Islam mendidik umatnya untuk senantiasa belajar atau mencari ilmu. Hal ini ditunjukan dengan turunnya surat Al-'Alaq ayat 1-5 yang berisi tentang perintah membaca. Membaca adalah rangkaian proses belajar untuk mendapatkan suatu ilmu. Oleh sebab itu, sebagai seorang muslim, kita harus senantiasa memiliki semangat menuntut ilmu.
Banyak hadis yang menjelaskan perintah menuntut ilmu. Diantara hadis tersebut adalah hadis riwayat Ibnu Majah

:عن انس بن مالك قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم طلب العلم

فريضة على كل مسلم وواضع العلم عند غير اهله كمقلد الخنازيرالجوهر واللؤلؤ والذهب . رواه ابن ماجه


Artinya: Dari Anas bin Malik, ia berkata, "Rasululloh saw. bersabda, 'mencari ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam. Memberikan ilmu kepada orang yang tidak tepat seperti orang yang mengalungi babi dengan permata, mutiara dan emas'." (H.R. Ibnu Maajah no. 220)

Hadis riwayat Ibnu Majah tersebut mengandung pengertian bahwa mencari ilmu itu wajib bagi setiap Muslim. Kewajiban itu berlaku bagi laki-laki atau pun perempuan, anak-anak atau pun dewasa. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk malas mencari ilmu.

Ilmu yang wajib diketahui oleh setiap muslim adalah ilmu-ilmu yang berkaitan dengan tata cara ibadah kepada Allah swt. Ibadah dalam arti luas, baik itu ibadah yang langsung kepada Allah maupun ibadah yang tidak langsung. Hal itu disebabkan karena manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah swt. Setiap muslim wajib beribadah kepada Allah swt. Sedangkan beribadah kepada Alloh swt., tanpa mengetahui ilmunya dapat mengakibatkan kesalahan. Apabila dalam beribadah salah tata caranya, ibadah itu tidak akan diterima Allah swt.

Cakupan ilmu sangat luas sekali. Ilmu-ilmu seperti ekonomi, matematika, fisika, kimia, biologi, kedokteran, dan lain sebagainya, merupakan suatu keutamaan. Mencari ilmu-ilmu tersebut hukumnya adalah fardu kifayah. Maksudnya, apabila sebagian orang Islam sudah ada yang mempelajarinya, sebagian yang lain sudah terbebas dari hukum. Meskipun demikian, ilmu-ilmu tersebut tidak kurang keistimewaanya, dan kita tidak boleh menganggap remeh ilmu-ilmu tersebut.

Dalam hadis di atas juga disebutkan bahwa menyampaikan suatu ilmu kepada orang yang tidak tepat adalah sia-sia. Maksudnya, ilmu itu harus disampaikan sesuai dengan taraf berfikir orang yang menerima ilmu tersebut. Memberikan ilmu secara tidak tepat diibaratkan mengalungkan perhiasan pada babi. Meskipun dikalungi perhiasan, babi tetap sebagai binatang yang menjijikan.

Semua perkara yang diperintahkan Islam pasti akan bermanfaat dan membawa kebaikan bagi umatnya. Sebaliknya, perkara yang dilarang Islam, pasti membawa madarat bagi umatnya (jika dilanggar). Menuntut ilmu adalah perkara yang diperintahkan dalam Islam. Dengan demikian, menuntut ilmu membawa banyak manfaat. Di antara manfaat tersebut adalah sebagai berikut.

Pertama, orang yang mencari ilmu memperoleh pahala seperti orang yang berjihad. Hal itu sesuai dengan sabda Rasululloh saw.
من خرج في طلب العلم كان في سبيل الله حتى يرجع . رواه الترمذ

Artinya : Orang yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Alloh hingga ia kembali. (H.R. At-Tirmidzi no. 2571)

Kedua, menuntut ilmu mempunyai kebaikan lebih baik daripada salat seratus rakaat. Hal itu sesuai dengan sabda Rasululloh saw. kepada Abu Zar berikut ini.

يا اباذر لان تغدو فتعلم اية من كتاب الله خير لك من ان تصلي مائة ركعة . رواه ابن ماجه

Artinya : Hai Abu Zar, keluarmu dari rumah pada pagi hari untuk mempelajari satu ayat dari kitab Allah itu lebih baik daripada engkau mengerjakan shalat seratus rakaat. (H.R. Ibnu Majah no. 215)

Ketiga, orang yang suka mencari ilmu akan dimudahkan jalannya menuju surga dan dinaungi para malaikat. Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah saw.

من سلك طريقا يبتغي فيه علما سلك الله به طريقا الى الجنة وان الملا ئكة لتضع اجنحتهارضاء لطالب العلم . رواه الترمذى

Artinya: Barang siapa menempuh jalan mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Sesungguhnya para malaikat menaungkan sayap-sayapnya kepada orang yang menuntut ilmu karena senang terhadap apa yang diperbuat. (H.R. at-Tirmizi no. 2606)

Keempat, menuntut ilmu dan mengamalkannya akan menambah pengetahuan yang belum diketahui, sebagaimana dalam hadis berikut.

عن ابن عباس رضي الله عنه ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ومن تعلم فعمل علمه الله ما لم يعلم . رواه ابوشيخ

Artinya: Dari ibnu abbas r.a. bahwa Rasululloh saw. Bersabda, "Barang siapa belajar ilmu dan mengamalkannya, Allah akan mengajarkan apa yang belum diketahuinya." (H.R. Abu Syaikh).


Orang yang berilmu mempunyai banyak keutamaan. Diantara keutamaan itu adalah sebagai berikut.

Pertama
, memperoleh derajat yang tinggi dari Allah swt. Allah swt. berfirman :

يرفع الله الذين آمنوا منكم والذين أوتوا العلم جاتدر


Artinya : ... niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (Q.S. Al-Mujaadilah: 11)

Kedua, memiliki bekal hidup di dunia dan akhirat. Rasulullah saw.bersabda :
اذامات الانسان انقطع عنه عمله الا من ثلاث : صدقة جارية اوعلم ينتفع به او ولد صالح يدعوله . رواه مسلم

Artinya: Apabila manusia meninggal dunia maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya. (H.R. Muslim no. 3084)

Ketiga, memperoleh doa keselamatan dari Allah, para malaikat, dan seluruh penghuni langit serta bumi, bahkan semut di liangnya dan ikan-ikan di lautan. Rasulullah saw. bersabda :

ان الله وملا ئكته واهل السموات والارض حتى النملة فى حجرها وحتى الحوت ليصلون على معلم الناس الخير . رواه الترمذى


Artinya : Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi hingga semut di liangnya serta ikan-ikan di lautan, sungguh mendoakan orang-orang yang mengajar manusia kepada kebaikan. (H.R. at-Tirmizi no. 2609).
Keempat, menjadi pewaris nabi. Rasulullah saw. bersabda :
ان العلماء ورثة الانبياء . رواه الترمذى

Artinya : Sesungguhnya ulama (orang yang berilmu) adalah ahli waris para nabi. (H.R. at-Tirmizi no. 2606)

Kelima, memperoleh keselamatan dari laknat Allah swt. Rasulullah saw. bersabda:

ان الدنيا ملعونة, ملعون مافيها الا ذكرالله تعالى وما والاه وعالم اومتعلم . رواه الترمذى

Artinya: Sesungguhnya dunia itu terkutuk dan juga dengan segala isinya, kecuali zikir dan taat kepada Allah serta orang-orang berilmu dan orang-orang yang belajar. (H.R. at-Tirmizi no. 2244)

Keenam, mempunyai rasa takut kepada Allah swt. karena mengetahui kekuasaan-Nya. Allah swt. berfirman :

إنما يخشى الله من عباده العلماء
Artinya : Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama... (Q.S. Faathir: 28)
Ketujuh, mampu menerima pelajaran dari wahyu Allah swt.

قل هل يستوي الذين يعلمون والذين لا يعلمون إنما يتذكر أولوا الألبا

Artinya : Katakanlah, "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (Q.S. Az-Zumar: 9) (ibr/sg)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar